Sabtu, 03 Agustus 2013

Penanganan Pengangguran dengan Berwirausaha


A.       LATAR BELAKANG
Permasalahan yang terjadi pada saat ini ialah meningkatnya jumlah di Indonesia yang kian hari makin bertambah. Pemerintah telah menyarankan diadakannya program KB (kerluarga berencana) agar bisa mengurangi permasalahan yang terjadi di negeri kita ini,  tetapi sebagian masyarakat belum atau tidak mampu menjalankan program pemerintah itu. Sejak lama pemerintah kita dihadapkan pada permasalahan yang sangat serius, yaitu makin meningkatnya jumlah pengangguran pada usia produktif. Berdasarkan kelompok umur, sebagian besar kelompok pengangguran di Indonesia berada pada kelompok usia muda dan produktif yaitu 15-64 tahun. Tingginya proporsi pengangguran pada usia produktif ini mengindikasikan pasar tenaga kerja belum optimal menyerap angkatan kerja usai lepas sekolah menengah, dan hal ini juga sejalan dengan gambaran proporsi dominan pengangguran terbesar terdapat pada  angkatan kerja berlatar belakang pendidikan SLTP dan SLTA yaitu lebih dari 60% dari total penganggur. Mengapa mereka yang khususnya sudah lulusan SLTP memiliki suatu pekerjaan ? bukankah seharusnya mereka wajib menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu hingga jenjang SMA sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, inilah gambaran kita sebagai remaja seharusnya punya kesadaran pentingnya arti pendidikan bagi diri kita sendiri dan kita seharusnya berupaya untuk mewujudkannya. 

B.        ANALISIS
Di Kota cimahi saja jumlah pengangguran dalam usia produktif  bisa dikatakan fantastis, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang hampir mencapai 2,3% per tahun (data ekonomi kota Cimahi 2010) makin bertambah pula angka pengangguran yang mencapai 40.649 orang (dilihat dari bulan Mei 2011). Apakah penyebab tingginya angka pengangguran di Kota Cimahi ini ? Kota Cimahi yang berjarak 12 km disebelah barat kota Bandung memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga bagi kota Bandung, para pengusaha rata-rata mencari karyawan dengan latar belakang lulusan SLTA. Minimnya angka pendidikan di Cimahi ini berpengaruh terhadap angka pengangguran yang kian bertambah dan sebagian kecil lulusan SLTP, jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari kerja. Hal ini bisa kita amati bahwa para pencari kerja sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena sangat sedikit peluang mereka untuk mencari pekerjaan, kurangnya bursa-bursa lapangan kerja yang tersedia di Kota Cimahi, dan kurangnya pengetahuan mereka para pengangguran terhadapa teknologi dan sumber daya yang tersedia.

                 Saya telah menganalisis mereka yang termasuk pengangguran pada usia produktif yaitu orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap atau mereka yang hanya mempunyai pekerjaan serabutan saja. Banyak remaja yang sudah lulus SLTA atau SMK yang masih belum mempunyai pekerjaan ini disebabkan karena rata-rata perusahaan mencari para pekerja dengan latar belakang lulusan Perguruan Tinggi. Pengangguran pada usia produktif ini mayoritas kaum laki-laki yang tidak mempunyai pekerjaan sedangkan mereka kaum wanita yang sudah mempunyai pekerjaan tetap, jika dilihat dari bulan Mei 2011 pengangguran yang terjadi pada laki-laki hingga 24.056 orang sedangkan perempuan hanya berkisar 16.593 orang saja.

C.       SOLUSI 
Bagaimana cara mengatasi pengangguran pada usia produktif  yang terjadi di Kota Cimahi ini ? hampir semua orang sudah mengenal kewirausahaan. Kewirausahaan adalah upaya pemanfaatan peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimiliki atau tanpa menyia-nyiakan sumber atau barang yang ada. Kewirausahaan memiliki sikap untuk melakukan usaha karena ada suasana yang mendukung untuk merealisasikannya. Seorang wirausaha (enterprenership) akan selalu berpikir untuk bertindak mencari pemecah (looking at solution), mereka yang memiliki jiwa enterprenership tidak akan habis berfikir untuk membuat ide-ide yang lebih cemerlang untuk usahanya.
Upaya-upaya mengembangkan  jiwa kewirausahaan
Kewirausahaan disebutkan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan nasional, masyarakat merupakan pelaku utama dan pemerintah berkewajiban mengarahkan, membimbing, dan menciptakan suasana yang menunjang. Memiliki sifat-sifat atau karakteristik yang akan mewarnai jiwa kewirausahaan antara lain memiliki inisiatif yang relatif tinggi, kreativitas yang relatif tinggi, inisiatif yang kuat, wawasan yang luas, dapat memikirkan masa depan, jiwa kepemimpinan, jiwa pantang menyerah, dan sikap hidup mandiri. Namun di Indonesia saat ini belum berkembang sebagaimana yang diharapkan baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat Indonesia.  Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dalam mendapatkan keuntungan dan bisa membantu perekonomian pembangunan di Kota Cimahi ini.
Contoh kegiatan kewirausahaan
Kegiatan kewirausahaan pernah saya lakukan pada saat saya duduk dibangku SMP, pada saat itu saya ditugaskan untuk menjualkan barang oleh guru IPS saya. Lalu saya memilih untuk menjualkan pisang karamel, modal awal yang saya gunakan kurang lebih Rp.20.000 untuk membeli segala perlengkapan dan kebutuhan bahan untuk membuat pisang karamel itu, pembuatan pisang karemel itu bisa menghasilkan 24 buah pisang karamel, saya menjual satu persatu harga pisang karamel itu dengan harga Rp. 1000. Jadi laba yang saya dapatkan adalah Rp. 4000 dari penjualan pisang karamel, bukan keuntungan atau laba saja yang saya ingin dapatkan tetapi pengalaman berwirausaha yang terpenting saya dapatkan.

D.    KESIMPULAN
Kesimpulan dari seluruh pembahasan yang saya kemukakan bahwa fenomena pengangguran pada usia produktif yang sedang hangat dibicarakan menjadi salah satu faktor penghambat kemajuan pembangunan di Indonesia. Semakin meningkatnya angka penduduk di Indonesia menjadi salah satu faktor banyak pengangguran di Kota Cimahi ini, dan juga seperti tadi yang saya kemukakan bahwa latar belakangan faktor pendidikan terakhir menjadi salah satu pemicu dibutuhkannya para pekerja disuatu perusahaan. Solusi menurut saya adalah kita seharusnya jangan terlalu menggantukan diri kepada suatu perusahaan atau instansi-instansi tertentu, disini saya bermaksud agar kita seharusnya mempunya pemikiran bahwa kita harus hidup mandiri tidak menggantukan diri kepada orang lain dan harus mempunyai wawasan yang luas, dengan seperti itu kita harus punya kesadaran bahwa kita harus menggali potensi-potensi yang berada dari diri kita untuk menjadi modal adanya WIRAUSAHA. Dengan adanya wirausaha atau enterprenership kita akan lebih berkreativitas, jiwa wirausahawan harusnya sudah tertanam sejak remaja, jadi kita mempunyai sifat yang tidak bergantung kepada orang tua dan bisa membantu sedikitnya penghasilan dari orang tua kita, jiwa yang tertanam pada diri seorang wirausahawan ialah orang yang memiliki sifat berdagang atau berusahanya dengan kuat, dan walaupun ada peluang dimanapun untuk berwirausaha mereka harus tekun, jujur, ulet, pantang menyerah, jikalau ada kegagalan mereka tidak putus usaha dan membangun atau mendirikannya kembali.