A. LATAR BELAKANG
Permasalahan yang terjadi pada saat ini ialah meningkatnya jumlah di
Indonesia yang kian hari makin bertambah. Pemerintah telah menyarankan
diadakannya program KB (kerluarga berencana) agar bisa mengurangi permasalahan
yang terjadi di negeri kita ini, tetapi
sebagian masyarakat belum atau tidak mampu menjalankan program pemerintah itu.
Sejak lama pemerintah kita dihadapkan pada permasalahan yang sangat serius,
yaitu makin meningkatnya jumlah pengangguran pada usia produktif. Berdasarkan
kelompok umur, sebagian besar kelompok pengangguran di Indonesia berada pada
kelompok usia muda dan produktif yaitu 15-64 tahun. Tingginya proporsi
pengangguran pada usia produktif ini mengindikasikan pasar tenaga kerja belum
optimal menyerap angkatan kerja usai lepas sekolah menengah, dan hal ini juga
sejalan dengan gambaran proporsi dominan pengangguran terbesar terdapat pada angkatan
kerja berlatar belakang pendidikan
SLTP dan SLTA yaitu lebih dari 60% dari total penganggur. Mengapa mereka yang
khususnya sudah lulusan SLTP memiliki suatu pekerjaan ? bukankah seharusnya
mereka wajib menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu hingga jenjang SMA
sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, inilah gambaran kita sebagai
remaja seharusnya punya kesadaran pentingnya arti pendidikan bagi diri kita
sendiri dan kita seharusnya berupaya untuk mewujudkannya.
B.
ANALISIS
Di Kota cimahi saja jumlah pengangguran
dalam usia produktif bisa dikatakan fantastis,
seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang hampir mencapai 2,3% per tahun
(data ekonomi kota Cimahi 2010) makin bertambah pula angka pengangguran yang
mencapai 40.649 orang (dilihat dari bulan Mei 2011). Apakah penyebab tingginya
angka pengangguran di Kota Cimahi ini ? Kota Cimahi yang berjarak 12 km
disebelah barat kota Bandung memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga
bagi kota Bandung, para pengusaha rata-rata mencari karyawan dengan latar
belakang lulusan SLTA. Minimnya angka pendidikan di Cimahi ini berpengaruh
terhadap angka pengangguran yang kian bertambah dan sebagian kecil lulusan
SLTP, jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari jumlah pencari
kerja. Hal ini bisa kita amati bahwa para pencari kerja sulit untuk mendapatkan
pekerjaan karena sangat sedikit peluang mereka untuk mencari pekerjaan, kurangnya
bursa-bursa lapangan kerja yang tersedia di Kota Cimahi, dan kurangnya
pengetahuan mereka para pengangguran terhadapa teknologi dan sumber daya yang
tersedia.
Saya
telah menganalisis mereka yang termasuk pengangguran pada usia produktif yaitu
orang-orang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap atau mereka yang hanya
mempunyai pekerjaan serabutan saja. Banyak remaja yang sudah lulus SLTA atau SMK
yang masih belum mempunyai pekerjaan ini disebabkan karena rata-rata perusahaan
mencari para pekerja dengan latar belakang lulusan Perguruan Tinggi.
Pengangguran pada usia produktif ini mayoritas kaum laki-laki yang tidak
mempunyai pekerjaan sedangkan mereka kaum wanita yang sudah mempunyai pekerjaan
tetap, jika dilihat dari bulan Mei 2011 pengangguran yang terjadi pada
laki-laki hingga 24.056 orang sedangkan perempuan hanya berkisar 16.593 orang
saja.
C. SOLUSI
Bagaimana cara mengatasi pengangguran pada usia produktif yang terjadi di Kota Cimahi ini ? hampir
semua orang sudah mengenal kewirausahaan. Kewirausahaan adalah upaya
pemanfaatan peluang yang tersedia tanpa mengabaikan sumber daya yang dimiliki
atau tanpa menyia-nyiakan sumber atau barang yang ada. Kewirausahaan memiliki
sikap untuk melakukan usaha karena ada suasana yang mendukung untuk
merealisasikannya. Seorang wirausaha (enterprenership) akan selalu berpikir
untuk bertindak mencari pemecah (looking at solution), mereka yang memiliki
jiwa enterprenership tidak akan habis berfikir untuk membuat ide-ide yang lebih
cemerlang untuk usahanya.
Upaya-upaya
mengembangkan jiwa kewirausahaan
Kewirausahaan disebutkan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan nasional,
masyarakat merupakan pelaku utama dan pemerintah berkewajiban mengarahkan,
membimbing, dan menciptakan suasana yang menunjang. Memiliki sifat-sifat atau
karakteristik yang akan mewarnai jiwa kewirausahaan antara lain memiliki
inisiatif yang relatif tinggi, kreativitas yang relatif tinggi, inisiatif yang
kuat, wawasan yang luas, dapat memikirkan masa depan, jiwa kepemimpinan, jiwa
pantang menyerah, dan sikap hidup mandiri. Namun di Indonesia saat ini belum
berkembang sebagaimana yang diharapkan baik oleh pemerintah maupun oleh
masyarakat Indonesia. Wirausahawan adalah
orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan bisnis
mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat
dalam mendapatkan keuntungan dan bisa membantu perekonomian pembangunan di Kota
Cimahi ini.
Contoh kegiatan
kewirausahaan
Kegiatan kewirausahaan
pernah saya lakukan pada saat saya duduk dibangku SMP, pada saat itu saya
ditugaskan untuk menjualkan barang oleh guru IPS saya. Lalu saya memilih untuk
menjualkan pisang karamel, modal awal yang saya gunakan kurang lebih Rp.20.000
untuk membeli segala perlengkapan dan kebutuhan bahan untuk membuat pisang
karamel itu, pembuatan pisang karemel itu bisa menghasilkan 24 buah pisang
karamel, saya menjual satu persatu harga pisang karamel itu dengan harga Rp. 1000.
Jadi laba yang saya dapatkan adalah Rp. 4000 dari penjualan pisang karamel,
bukan keuntungan atau laba saja yang saya ingin dapatkan tetapi pengalaman
berwirausaha yang terpenting saya dapatkan.
D.
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari seluruh pembahasan yang saya kemukakan bahwa fenomena pengangguran pada
usia produktif yang sedang hangat dibicarakan menjadi salah satu faktor
penghambat kemajuan pembangunan di Indonesia. Semakin meningkatnya angka
penduduk di Indonesia menjadi salah satu faktor banyak pengangguran di Kota
Cimahi ini, dan juga seperti tadi yang saya kemukakan bahwa latar belakangan
faktor pendidikan terakhir menjadi salah satu pemicu dibutuhkannya para pekerja
disuatu perusahaan. Solusi menurut saya adalah kita seharusnya jangan terlalu
menggantukan diri kepada suatu perusahaan atau instansi-instansi tertentu,
disini saya bermaksud agar kita seharusnya mempunya pemikiran bahwa kita harus
hidup mandiri tidak menggantukan diri kepada orang lain dan harus mempunyai
wawasan yang luas, dengan seperti itu kita harus punya kesadaran bahwa kita
harus menggali potensi-potensi yang berada dari diri kita untuk menjadi modal
adanya WIRAUSAHA. Dengan adanya wirausaha atau enterprenership kita akan lebih
berkreativitas, jiwa wirausahawan harusnya sudah tertanam sejak remaja, jadi
kita mempunyai sifat yang tidak bergantung kepada orang tua dan bisa membantu
sedikitnya penghasilan dari orang tua kita, jiwa yang tertanam pada diri
seorang wirausahawan ialah orang yang memiliki sifat berdagang atau berusahanya
dengan kuat, dan walaupun ada peluang dimanapun untuk berwirausaha mereka harus
tekun, jujur, ulet, pantang menyerah, jikalau ada kegagalan mereka tidak putus
usaha dan membangun atau mendirikannya kembali.